...
4 Jenis Thinner beserta Fungsinya
4 Jenis Thinner beserta Fungsinya

4 Jenis Thinner beserta Fungsinya

Sebagian besar dari kita sudah pasti tahu, kan, kalau thinner dibutuhkan pada saat mengecat dinding atau permukaan lain? Sebab, salah satu fungsinya sebagai pelarut. Namun, sudah tahukah kamu jenis thinner berikut fungsinya? -MegaBaja.co.id

Umumnya, thinner digunakan sebagai pelarut untuk cat, finishing, dan membantu mengencerkan cat yang terlalu tebal pada permukaan besi, kayu, atau plitur. Terkadang, dipakai juga untuk melarutkan cat yang telah mengering.

Penggunaannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mengikuti instruksi yang tercantum pada kemasan. Maka dari itu, kamu wajib mengenal lebih jauh mengenai pelarut ini. Terus simak artikel ini, ya!

Apa Itu Thinner?

Apa Itu Thinner?
Apa Itu Thinner?

Thinner berperan penting dalam industri pengecatan khususnya untuk mengencerkan cat berbasis minyak atau pelarut. Kehadirannya sangat diperlukan agar cat mudah diaplikasikan pada permukaan seperti kayu dan besi.

Fungsi thinner memungkinkan penyesuaian viskositas cat sehingga memudahkan prosesnya, serta menghasilkan lapisan yang merata dan baik.

Walaupun bensin atau solar bisa digunakan sebagai alternatif untuk thinner, tetapi perlu diingat bahwa hasilnya mungkin tidak sesuai harapan kamu. Bahkan berpotensi merusak kualitas cat.

Karena alasan itu, untuk memastikan hasil yang terbaik, thinner masih menjadi pilihan utama dalam dunia pengecatan.


Meski begitu, kamu harus tetap waspada saat menggunakan thinner, ya! Ia mengandung senyawa kimia berpotensi berbahaya, seperti toluena atau metilbenzena. Toluena merupakan cairan tak berwarna yang transparan dan tidak dapat larut dalam air. Baunya tajam dan membahayakan kesehatan, terutama jika terpapar dalam jangka waktu yang panjang.

Thinner dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti gangguan pada saluran pernapasan. Menyoroti risiko ini, maka dibutuhkan langkah-langkah pencegahannya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan masker saat mencampur cat atau ketika menggunakan thinner. Dengan ini, saluran pernapasan kamu cukup terlindungi.

Di samping itu, thinner juga bisa menimbulkan iritasi, gatal-gatal, serta sensasi panas pada kulit. Oleh karenanya, penggunaan thinner membutuhkan kehati-hatian dan dianjurkan menggunakan perlindungan seperti sarung tangan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa thinner memiliki beberapa ciri-ciri, meliputi:

  • Berwuju bening mirip air.
  • Sifatnya jernih.
  • Memiliki aroma menyengat yang kuat yang mungkin menimbulkan iritasi pada kulit jika saat menggunakannya tidak hati-hati.

Risiko yang ditimbulkan oleh thinner penting untuk dipahami agar dapat menerapkan langkah-langkah keamanan yang sesuai. Sehingga kesehatan dan keselamatan para pengguna bisa terlindungi di setiap proses pengecatan.

Jenis-Jenis Thinner

Jenis-Jenis Thinner
Jenis-Jenis Thinner

Sebelum membeli pelarut yang sesuai untuk kebutuhan bangunan, kamu harus tahu dulu variasi jenis thinner yang tersedia di pasaran. Kamu juga perlu memahami fungsi yang berbeda dari masing-masing jenis tersebut. Dengan begitu, kesalahan saat membeli produk untuk tahap finishing yang mungkin saat ini sedang kamu lakukan bisa dihindari.

1. Thinner Polyurethane (PU)

Pelarut ini terdiri dari campuran hidrokarbon aromatik dan ester yang mampu melarutkan cat polyurethane dengan baik. Thinner PU akan memberikan hasil kilap yang terbaik pada permukaan yang dicat. Umumnya dipakai di bidang perbaikan kendaraan (bengkel).

Ada dua varian thinner PU yang sering dipakai, yaitu:

  • PU Slow

Butuh waktu sekitar 6 jam untuk mengering dengan tingkat kekilapan yang tinggi pada lapisan cat. Thinner ini biasanya dipakai untuk mencapai hasil akhir yang mengkilap.

  • PU Extra Slow

Mengering sekitar 12 jam dan menghasilkan tingkat kekilapan yang amat tinggi pada lapisan cat. Umumnya dijual dengan harga sedikit lebih tinggi daripada thinner PU Slow.

2. Thinner Cobra

Ini merupakan jenis thinner yang paling terkenal dan banyak dipakai. Thinner cobra digunakan untuk melarutkan cat duco dan cat minyak. Paling sering digunakan untuk proses pengecatan pada kayu dan besi. Thinner cobra biasanya dijual dalam beberapa ukuran kemasan.

3. Thinner Impala

Jenis yang satu ini cukup terkenal karena kemasannya berwarna hijau terang, sehingga sering disebut sebagai thinner impala hijau. Sebenarnya, thinner impala tidak terlalu berbeda dari thinner cobra.

Keduanya sama-sama dipakai untuk melarutkan cat minyak dan cat duco, serta kerap digunakan pada kayu dan besi. Perbedaannya, thinner Impala dapat menghasilkan akhiran atau finishing yang sedikit lebih mengkilap.

4. Thinner Nitrocellulose (NC)

Sering disebut sebagai thinner duco, pelarut ini yang sering dipakai di sektor dunia pengecatan. Kebanyakan untuk mengencerkan cat nitroselulosa yang merupakan komponen utama dalam cat duco.

Cat duco ini banyak dijumpai dalam industri pengecatan terutama pada permukaan kayu seperti perabotan, pintu, jendela, dan furnitur. Keunggulan yang dimiliki thinner jenis ini adalah proses pengeringan catnya yang cepat, lazimnya kurang dari 60 menit.

Ada tiga tipe thinner NC yang dapat ditemui di pasaran. Yakni Thinner A, Thinner B/Super, dan Thinner A Special/High gloss. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai masing-masing tipe thinner NC tersebut:

  • Thinner A

Fungsi thinner A sebagai zat pelarut untuk seluruh ragam cat duco/NC. Biasanya dipakai saat melakukan proses pengecatan dasar menggunakan bahan epoxy. Keunggulan thinner ini yaitu tingkat pengeringan catnya cepat, yang mana memungkinkan pengecatan berlangsung lebih efisien.

  • Thinner A Special/High gloss

Untuk fungsinya, thinner ini sama seperti thinner A, tetapi lebih sering dipakai dalam tahap finishing atau clear coating. Thinner A Special/High gloss membantu menciptakan tingkat kilau yang lebih tinggi pada permukaan yang telah dicat.

  • Thinner B/Super

Dipakai sebagai zat pelarut untuk cat sintetis yang diterapkan pada permukaan seperti pagar, besi, dan kayu. Thinner B/Super membantu melarutkan cat serta memperbaiki viskositasnya untuk memperoleh hasil pengecatan yang lebih optimal.

Fungsi Thinner

Thinner mempunyai beberapa fungsi penting yang membuat pengecatan dan finishing bahan menjadi lebih efisien dan hasilnya optimal. Nah, ini dia beberapa fungsi penting dari thinner:

Menambah Volume Cat yang Digunakan

Thinner membantu dalam menambah volume cat yang digunakan. Saat dicampurkan ke dalam cat, jumlah cat bisa diperluas tanpa menurunkan kualitasnya. Jadi, bisa membantu mengurangi biaya dan memperluas area yang bisa dicat dengan menggunakan cat yang sama.

Sebagai Bahan Pembersih

Sebagai Bahan Pembersih
Sebagai Bahan Pembersih

Selain sebagai zat pelarut, thinner juga berfungsi sebagai pembersih. Thinner bisa dipakai untuk membersihkan peralatan pengecatan seperti kuas, rol, atau sprayer dari sisa-sisa cat yang menempel pada peralatan tersebut.

Terlebih lagi, thinner bermanfaat untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pengecatan. Ini membantu menghilangkan debu, minyak, atau noda lain yang menempel pada permukaan tersebut.

Mengurangi Kekentalan Cat (Viskositas)

Thinner dimanfaatkan untuk mengencerkan cat dan bahan finishing yang awalnya memiliki viskositas tinggi. Dengan mengurangi viskositasnya, pengaplikasian cat atau bahan finishing menjadi lebih mudah dilakukan. Lapisan yang dihasilkan pun akan lebih merata serta halus.

Nah, itulah terkait 4 jenis thinner beserta fungsinya yang harus kamu tahu sebelum melakukan pengecatan. Sekarang, kamu bisa memilih thinner yang cocok dengan kebutuhan saat ini. Semoga informasi ini bisa membantumu sebelum melakukan proses pengecatan, ya.

Jadi, apakah sekarang kamu memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai thinner yang sering ditemui di pasaran?

Just an ordinary people.