...
Ini Fungsi Stabilizer Listrik, Solusi agar Irit Tagihan Listrik
Ini Fungsi Stabilizer Listrik, Solusi agar Irit Tagihan Listrik

Ini Fungsi Stabilizer Listrik, Solusi agar Irit Tagihan Listrik

Tagihan listrik naik meskipun penggunaannya sama seperti bulan sebelumnya? Ini mungkin disebabkan karena tegangan listrik di rumah kamu tidak stabil. Sehingga konsumsi listriknya menjadi lebih boros. Untuk mengatasi hal ini, maka dibutuhkan perangkat untuk menjaga kestabilan tegangan listrik yang bernama stabilizer. -MegaBaja.co.id

Stabilizer listrik berfungsi dalam menjaga konsistensi tegangan listrik, supaya pemakaiannya selalu sesuai dengan kebutuhan. Namun, bukan hanya itu, stabilizer juga memiliki fungsi lain yang tak kalah penting. Nah, artikel ini akan menjelaskan fungsi-fungsi, cara kerja, serta jenis-jenis dari stabilizer listrik.

Apa sih Stabilizer Itu?

Stabilizer adalah perangkat yang dipakai untuk menjaga tegangan dan arus listrik agar bertahan dalam keadaan normal atau stabil. Terkadang, arus listrik bisa tidak stabil karena berbagai alasan. Seperti adanya gangguan dan perubahan cuaca.

Perangkat ini sering dipasang pada peralatan listrik seperti kulkas, komputer, AC, dan peralatan lainnya. Ada satu bagian penting dalam stabilizer yang disebut Automatic Voltage Stabilizer (AVG). AVG berperan dalam menstabilkan tegangan listrik. Dengan tegangan yang stabil, kinerja alat-alat elektronik dapat terjaga dengan baik. Sehingga fungsinya berjalan dengan maksimal.

Sebelum memasang stabilizer, sebaiknya cek terlebih dahulu berapa total penggunaan listrik di rumah. Semakin besar pemakaian listriknya, akan semakin besar pula kapasitas stabilizer yang dibutuhkan. Aturan yang sama berlaku jika penggunaan listriknya lebih kecil.

Apa sih Stabilizer Itu?
Apa sih Stabilizer Itu?

Untuk memeriksa jenis stabilizer yang ingin digunakan, kamu dapat memeriksa bagian Magnet Circuit Breaker (MCB). Jika tegangannya tunggal, itu menandakan 1 fase. Sedangkan jika ada tiga tegangan dalam satu tangkai, itu menunjukkan 3 fase.

Kapasitas stabilizer yang dipasang sebaiknya sesuai dengan daya listrik yang masuk. Jika daya input melebihi 25% dari kapasitas stabilizer, maka kapasitas yang dibutuhkan oleh stabilizer harus mencapai 125%. Misalnya, jika daya listrik yang terpasang di rumah adalah 1000 VA, maka kapasitas yang dibutuhkan untuk stabilizer adalah 1250 VA.

Kamu bisa pilih stabilizer dengan kapasitas yang lebih besar dari yang disarankan sebelumnya. Semakin besar kapasitasnya, semakin bagus. Hal tersebut akan mempermudah stabilizer dalam menjaga daya listrik di rumah agar tetap stabil.

Simak ulasan tentang listrik prabayar untuk mengetahui biaya pengeluaran listrik berikut ulasanya Apa Kelebihan Pakai Listrik Prabayar? Simak Penjelasannya di Sini!

Cara Kerja Stabilizer Listrik

Stabilizer listrik tidak mengeluarkan daya 100% penuh, namun berkisar antara 50% hingga 80%. Sebelum memutuskan untuk memasang stabilizer listrik di rumah, perhatikan dulu seberapa besar konsumsi listrik rumahmu.

Prinsip kerja stabilizer disesuaikan dengan tingkat tegangan yang masuk. Ketika tegangan yang masuk rendah, stabilizer secara otomatis akan meningkatkan tegangan pada peralatan elektronik. Sebaliknya, jika tegangan yang masuk tinggi, stabilizer akan menurunkan tegangan yang dialirkan ke peralatan elektronik.

Nilai kapasitas sebuah stabilizer dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor pertama adalah daya atau konsumsi listrik yang dihasilkan oleh setiap alat elektronik yang terhubung dengan stabilizer. Faktor kedua adalah kapasitas stabilizer itu sendiri.

Untuk menentukan kapasitas minimal yang dibutuhkan dari sebuah stabilizer, kamu harus paham dulu kedua faktor yang memengaruhinya. Lalu, jumlahkan nilai keduanya. Pendekatan ini akan memudahkan kamu dalam memilih jenis stabilizer yang tepat untuk kebutuhan di rumah.

Fungsi Stabilizer Listrik

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perangkat ini berfungsi dalam menjaga tegangan listrik, agar listrik yang dialirkan ke peralatan yang menggunakan tenaga listrik tetap stabil. Selain itu, stabilizer juga diketahui memiliki fungsi lainnya. Berikut adalah beberapa fungsi dari stabilizer listrik.

Kinerja Optimal dari Peralatan Listrik

Apabila tegangan listrik stabil dan konsisten, baik perangkat listrik maupun elektronik tidak akan terganggu. Jadi, bisa berfungsi secara maksimal. Tapi, jika tegangan listrik tidak stabil, kemungkinan besar tegangannya akan naik dan merusak fungsi keduanya.

Mencegah Penggunaan yang Tidak Normal

Tagihan listrik akan naik dua kali lipat jika pemakaiannya tidak biasa. Kondisi ini bisa ditanggulangi dengan kehadiran stabilizer. Dengan stabilizer, tagihan listrik dapat mencerminkan berapa pemakaian sebenarnya.

Elektronik Lebih Tahan Lama

Naik turunnya tegangan listrik diyakini bisa mengurangi masa pakai peralatan elektronik. Adanya stabilizer membuat masa pakai peralatan ini lebih panjang. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi membeli peralatan elektronik setiap tahunnya.

Jenis-Jenis Stabilizer Listrik dan Cara Kerjanya

Ada berbagai jenis stabilizer listrik dengan cara kerja yang berbeda. Penasaran bagaimana cara kerja setiap jenis stabilizer tersebut? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Stabilizer Listrik dengan Relay

Jenis ini menggunakan satu atau beberapa relay untuk operasinya. Stabilizer ini akan bekerja saat terjadi perubahan tegangan listrik. Walaupun tingkat responsnya cepat, tapi stabilitasnya bisa dikatakan kurang baik.

Ketika tegangan turun, arus listrik dalam rangkaian kontrol akan mengaktifkan relay, yang membuatnya bergerak. Selama itu, arus yang mengalir ke trafo akan dialihkan ke trafo lainnya. Sehingga arus listrik mengalami kenaikan beberapa voltase. Setelah tegangan kembali ke kondisi normal, tegangan di relay secara otomatis menurun dan tidak bisa naik lagi.

Dalam kondisi normal, trafo akan kembali tersambung ke tegangan normalnya. Tidak ada peningkatan tegangan karena stabilizer dengan beberapa relay mampu membatasi peningkatan tegangan di jaringan listrik. Maka ketika tiba-tiba ada lonjakan, itu tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik.

Stabilizer Listrik dengan Sistem Digital Control

Stabilizer Listrik dengan Sistem Digital Control
Stabilizer Listrik dengan Sistem Digital Control

Penstabil tegangan listrik dengan sistem digital control atau kontol digital jauh lebih baik jika dibandingkan dengan stabilizer relay. Sebab, jenis ini sudah dilengkapi filter yang membuat stabilitasnya lebih baik. Ini tidak lepas karena adanya peran sistem ferro resonant atau line conditioner di dalamnya.

Jenis stabilizer kontrol digital bisa berfungsi dengan baik dalam kurun waktu 0,4 detik setelah diaktifkan. Nah, jika kamu ingin stabilizer yang cepat dan stabil, kamu bisa memilih jenis ini untuk digunakan di rumah.

Stabilizer Listrik dengan Servo Motor

Untuk menjaga kestabilan tegangan listrik, stabilizer jenis ini memanfaatkan servo motor. Agar menjadi stabil, biasanya butuh waktu sekitar 2-5 detik, karena stabilizer mesti berputar terlebih dahulu.

Servo motor terpasang pada carbon brass yang menyatukan kabel input dan trafo. Saat tegangan listrik turun, motor akan berputar dan menyebabkan pergeseran titik input ke depan. Akibatnya, trafo berubah menjadi trafo step up.

Andai tegangan listrik naik, sutuasinya tidak akan berbeda jauh. Motor akan bergerak ke arah berlawanan dan membuat pergeseran ke bawah trafo, yakni di angka 0. Hasilnya, trafo akan menjadi trafo step down.

Panduan Memilih Stabilizer Listrik yang Cocok untuk Digunakan di Rumah

Panduan Memilih Stabilizer Listrik yang Cocok untuk Digunakan di Rumah
Panduan Memilih Stabilizer Listrik yang Cocok untuk Digunakan di Rumah

Ada beberapa poin penting yang wajib diperhatikan saat membeli stabilizer buat dipakai di rumah. Beberapa tips memilih stabilizer yang cocok, diantaranya:

  • Beli stabilizer dengan proteksi lengkap.
  • Perhatikan satuan daya yang digunakan (Watt atau VA).
  • Pilih stabilizer dengan waktu respon yang cepat.
  • Belilah stabilizer buatan brand terkenal.
  • Pilih toleransi voltage input yang lebih tinggi.
  • Lebih baik beli stabilizer dengan kapasitas daya yang lebih besar daripada yang biasa kamu pakai di rumah.
  • Jangan sampai salah beli, terutama jika stabilizer akan digunakan untuk jangka panjang.

Nah, itulah penjelasan tentang fungsi stabilizer listrik, cara kerja, dan jenis-jenisnya. Kalau kamu ingin tagihan listrik biasa-biasa saja dan barang-barang elektronik kamu tetap awet terjaga, stabilizer adalah solusinya. Semoga artikel ini membantu!

Just an ordinary people.